Angga…

2 tahun 6 bulan 4 hari 45 menit 32 detik sejak kakiku menginjakkan ruang kelas X ipa 4 . Waktu terasa begitu singkat saat aku mulai menyadari, hari-hariku yang tak lagi memakai seragam sekolah kebanggaanku, tak lagi bangun pagi dan dimarahi ibuku karena takut ketinggalan kol kuning, kendaraan yang mengantarku ke sekolah. Hari yang sangat … Lanjutkan membaca Angga…

Iklan

Rindu

Allah mempertemukan untuk suatu alasan Yang aku tahu mungkin Allah ingin aku mengerti.. Betapa beruntungnya aku yang pernah dicintai olehmu Mengenalmu membuatku tahu... Tak semua orang mempunyai tujuan yang sama Atau punya pendapat yang sama denganku Mengenalmu membuatku mengerti.... Bahwa tak semua yang diinginkan akan dimiliki Dan sekarang aku paham.... Semua yang menjadi milikku akan … Lanjutkan membaca Rindu

Untukmu XII Ipa 5

Mereka bagaikan mentari Terbit di pagi hari,  menemani lalu pergi saat malam Mereka bagaikan bulan Menerangi malam,  sepi lalu tenggelam saat pagi Mereka bagaikan bintang Menghiasi malam sekejap, menciptakan keindahan lalu pergi Mereka dan kita tak jauh berbeda Bertemu,  membuat kenangan lalu berpisah Apa yang mereka lakukan adalah apa yang Allah takdirkan Apa yang kita … Lanjutkan membaca Untukmu XII Ipa 5

Sebatang Kara

Wanita tua itu masih terduduk diatas sajadahnya dengan mukena putih yang dihiasi bercak-bercak kuning kusam yang terlihat dibeberapa bagian. Tetesan air mata mulai terlihat berjatuhan diatas kedua tangannya yang masih teguh menengadah, mulutnya bergerak naik turun seraya mengucap doa dan ampunan dari tuhannya, Gusti Allah, begitulah ia mengagungkan nama tuhan disetiap doa yang ia panjatkan. … Lanjutkan membaca Sebatang Kara

Ah Sudahlah

Aku masih duduk disini, ditanah kelahiran ayahku, dengan ribuan juta kasih yang kubawa dari klaten, untuk ibunda ayahku, nenekku. Kedatanganku mungkin sangat dinantikan, sudah lama sekali aku tak berkunjung kesini. Tanah merah dengan taburan batu-batuan masih menghiasi halaman rumah nenekku, semuanya masih seperti 15 tahun yang lalu, rasakupun masih tetap sama, aku menyukai tempat ini. … Lanjutkan membaca Ah Sudahlah

Penantian

Jika rasamu tlah mengakar jauh, jangan pernah mencoba melepaskannya dari tanah penantian yang masih kuat menahan, walau kau ingin, karena aku masih mengharapkan itu. Jika kau rindukan aku dalam sunyi malam, tapi aku tak pernah datang hingga pagi terbit, jangan biarkan rindu itu hilang, karena aku masih menginginkan itu. Jika sayangmu tlah hilang ditelan waktu … Lanjutkan membaca Penantian

Santunaya (Si Mata Emas)

               Disuatu planet dengan penduduk terpadat yang terdiri dari ratusan ribu etnis berbeda budaya, bersamaan dengan turunnya ribuan titik-titik hujan disertai pelepasan butiran guntur yang dahyat, dan menjadi sebab rusaknya ratusan bangunan yang menjulang diatas lapisan langit ke tujuh, detik itu juga lahirlah seorang pemuda dengan keistimewaan dalam dirinya, … Lanjutkan membaca Santunaya (Si Mata Emas)

Lelaki misterius yang kukagumi

Selama ini waktu bermainku hanya sampai adzan maghrib, selebihnya terkurung didalam rumah, selama ini tempat bermainku hanya dilapangan samping pendopo, selebihnya didepan buku, selama ini pula temanku hanya gadis berkacamata kotak yang pendiam, selebihnya layar komputer yang tak bisa ku ajak bicara. Hari ini aku bertemu seseorang diperpustakaan sekolah, laki-laki dengan gaya rambut trendy, memakai … Lanjutkan membaca Lelaki misterius yang kukagumi